Welcome to BPP Kedungwaru

Selasa, 22 Juni 2021

BBPPTP Surabaya Lakukan Sosialisasi dan Gerakan Pengendalian Uret Tebu di Kabupaten Tulungagung

    

    Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya melakukan aksi gerakan pengendalian uret tebu (Lepidiota stigma) di Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung pada Kamis, 17 Juni 2021. Turut hadir pada kegiatan tersebut seluruh petugas penyuluh lapang BPP Kedungwaru, Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Camat Kecamatan Kedungwaru, Kepala Desa Ngujang, dan General Manajer PG Modjopanggung. Gerakan Pengendalian Uret Tebu melibatkan poktan tebu dari 4 Desa di Kecamatan Kedungwaru, yaitu Desa Ngujang, Desa Bangoan, Desa Gendingan, dan Desa Boro.

    BBPPTP Surabaya memberikan bantuan perangkat pengendalian berupa 200 unit jaring, dan 200 unit peralatan penunjang terdiri dari bambu dan kawat. Peralatan tersebut digunakan untuk pengendalian uret tebu seluas 100 Hektar. Aksi gerdal uret tebu dilakukan secara mekanis dengan menggunakan traktor untuk membalik tanah, sehingga uret muncul di permukaan tanah dan mudah diambil.

      Aksi gerakan pengendalian uret ini diharapkan para petani dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan dan mampu mengadopsi teknologi untuk menanggulangi hama uret tebu. Dengan demikian, aksi ini dapat mengurangi intensitas serangan dan populasi uret tebu yang menjadi permasalahan petani. Kegiatan sosialisasi dan gerakan pengendalian uret tebu ini dapat berjalan dengan lancar dan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.





Sabtu, 12 Juni 2021

PISAH KENANG PETUGAS PPL BPP KEDUNGWARU "Hadi Siswoyo, SP."


    Tanggal 11 Juni 2021, diadakan acara pisah kenang Bapak Hadi Siswoyo, SP. sebagai petugas penyuluh lapang BPP Kedungwaru, yang akan pensiun pada akhir bulan Juni 2021. Acara ini dihadiri oleh seluruh Pegawai BPP Kedungwaru, KJF Dinas Pertanian, serta para rekan kerja dari BPP lainnya, serta mahasiswa UB yang magang di BPP Kedungwaru. Acara perpisahan bertempat di Rumah Makan Sor Mlinjo, Kabupaten Tulungagung.

    Awal acara dimulai dengan pemberian sambutan oleh perwakilan KJF Dinas Pertanian dan perwakilan BPP Kedungwaru. Selanjutnya pemanjatan doa dan pembacaan puisi, kemudian acara dilanjut dengan pemberian kado kenang-kenangan dari rekan kerja kepada Bapak Hadi Siswoyo, SP.

    Pada acara tersebut, Bapak Hadi Siswoyo menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh rekan kerja yang hadir atas kebersamaan yang selama ini terjalin sangat baik terkhusus di BPP Kedungwaru. Beliau mengucapkan meskipun beliau sudah pensiun tetapi ikatan kekeluargaan tetap harus terjalin dengan baik. Acara Pisah Kenang ini diakhiri dengan sesi foto bersama.



Senin, 24 Mei 2021

PERTEMUAN DENGAN KWT SARI TANI DESA BANGOAN TERKAIT PENYUSUNAN RAB KELOMPOK


    Rabu, 20 mei 2021 pukul 15.00 diadakan pertemuan dengan para anggota KWT Sari Tani yang bertempat di rumah salah satu anggota KWT di Desa Bangoan. Pertemuan tersebut diadakan dalam rangka membahas penyusunan RAB (Rencana Anggaran Biaya) untuk peralatan pengolahan hasil pertanian. RAB merupakan perkiraan perhitungan atas banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan, alat, dan upah serta biaya-biaya lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan suatu pekerjaan.

    Penyusunan RAB ini dibantu oleh petugas PPL BPP Kedungwaru serta Mahasiswa Universitas Brawijaya dan Mahasiswa Plobangtan Malang. Dana RAB yang didapatkan anggota KWT Sari Tani merupakan anggaran dana yang diperoleh dari Dana Desa dan Dana dari Dinas Ketahanan Pangan.

    Penyusunan RAB dilakukan dengan metode kuisioner, yaitu memberikan kuisioner kepada seluruh anggota KWT Sari Tani untuk mengisi mengenai peralatan yang dibutuhkan kelompok. Setelah mengisi kuisioner maka dilakukan pengolahan data, sehingga dapat menampung seluruh aspirasi dari anggota KWT.

    Peralatan yang telah disusun dalam RAB tersebut akan digunakan untuk membuat olahan pangan dari hasil pertanian, yang nantinya dipasartkan diPasar Senggol serta pemasaran secara online. Dari penjualan tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian anggota KWT Sari Tani.





Kamis, 08 April 2021

PERTEMUAN KOORDINASI LINTAS WILAYAH DAN LINTAS SEKTORAL DALAM RANGKA OPTIMALISASI LAHAN PERTANIAN

 

    Pada tanggal 6 April 2021 dilakukan Pertemuan Koordinasi Lintas Wilayah Dan Lintas Sektoral Dalam Rangka Optimalisasi Lahan Pertanian bertempat di desa winong tepatnya di lahan Demplot Agrowisata Edukasi Winong Asri. Kegiatan dihadiri oleh petugas BPP 4 kecamatan (Kedungwaru, Tulungagung, Karangrejo, Kauman), Camat 4 kecamatan, Kelompok Tani 4 kecamatan, Dinas Pengairan, Dinas Pertanian, DKP, dan Jasa Tirta.

    Pertemuan 4 kecamatan ini diselenggarakan guna menyampaikan permasalahan yang dihadapi para petani di 4 kecamatan tersebut. Dari hasil pertemuan tersebut terdapat beberapa permasalah yang di disampaikan oleh para petani, yaitu:

1. Tata kelola air (Irigasi) yang belum optimal

2. Hama Tikus dan Burung pada tanaman padi

3. Harga hasil pertanian yang rendah

4. Sulitnya akses jalan untuk mengangkut hasil panen dari lahan

5. Sifon yang masih belum dibenahi

    Setelah penyampaian permasalahan tersebut, dilakukan diskusi untuk mengatasi masalah yang terjadi. Diskusi dilakukan untuk bertukar informasi ataupun pendapat dari peserta acara Pertemuan Koordinasi Lintas Wilayah Dan Lintas Sektoral. Berbagai pendapat disampaikan dari berbagai pihak, diantaranya:

1. Pengaturan irigasi untuk pengairan lahan pertanian

2. Penyediaaan obat-obatan dan seng untuk mengurangi hama tikus

3. Kegiatan tanam serempak untuk mengurangi kegagalan panen akibat hama tikus dan burung

4. Pelabaran sifon untuk mengurangi kegagalan panen akibat hama tikus dan burung

5. Penyediaan pasar untuk menjual hasil pertanian

6. Penyediaan jalan lintas tani agar mobil pengangkut hasil panen bisa masuk ke persawahan

   Dari adanya pertemuan ini diharapkan berbagai pihak dapat berkerjasama untuk dapat mewujudkan pertanian yang optimal serta program Konstratani yang diampu oleh BPP dapat berjalan sesuai rencana pemrograman.

Kamis, 01 April 2021

Sosialisasi Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) tahun 2021 di KWT Sari Tani Desa Bangoan

 

Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat yang secara bersama-sama dengan memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan, serta pendapatan. Kegiatan P2L dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan prioritas daerah rentan rawan pangan atau pemantapan daerah tahan pangan. Kegiatan P2L dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi rumah tangga, serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga (Sukanata et al., 2015).

Pada tanggal 29 Maret 2021, telah dilaksanakan sosialisasi program P2L di KWT Sari Tani Desa Bangoan. Sosialisasi program P2L berlangsung pada pukul 09.00 - 11.00 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Lurah Desa Bangoan, Perangkat Desa Bangoan, Koordinator BPP dan penyuluh pendamping wilayah Desa Bangoan, serta anggota KWT Sari Tani. Berdasarkan hasil sosialisasi, rencananya program P2L pada KWT Sari Tani Desa Bangoan akan terlaksana setelah hari raya idul fitri 1442 H. 

       

 Akhir-akhir ini KWT Sari Tani telah rutin melaksanakan kerja bakti setiap minggu pagi untuk mengelola demplot yang berada di salah satu pekarangan rumah anggota kelompok. Pada demplot tersebut ditanami berbagai jenis tanaman sayur-sayuran dan terdapat green house untuk dilakukan pembibitan. KWT juga telah melakukan kegiatan pemasaran terhadap hasil pertanian mereka. Hal ini merupakan langkah awal yang baik, karena pemanfaatan lahan pekarangan dan pemasaran hasilnya telah dilakukan oleh KWT. Melalui program P2L, harapan kedepannya KWT dapat memenuhi kebutuhan pangan serta meningkatkan pendapatan rumah tangga, khsusnya dalam masa situasi pandemi Covid-19.  Melalui kegiatan ini pula, diharapkan hasil panen dapat memenuhi kebutuhan sayuran untuk masyarakat Tulungagung, karena selama ini kebutuhan sayuran Kabupaten Tulungagung masih memasok dari daerah Batu.

 

 

 

 

 

Referensi:

Sukanata, I. K., Budirokhman, D., & Nurmaulana, A. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Lahan Pekarangan dalam Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (Studi Kasus di KWT Dewi Srikandi Desa Cipanas Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon). Jurnal Agrijati, 28(1), 1–16.

 

Selasa, 30 Maret 2021

PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN KECAMATAN KEDUNGWARI TAHUN 2022

    Pada tanggal 24 Maret 2021 dilakukan kegiatan Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kedungwaru Tahun 2022 bertempat di kantor BPP Kedungwaru. Kegiatan dihadiri oleh Bpk Eko selaku Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Dinas Pertanian, turut hadir seluruh petugas dan penyuluh BPP Kedungwaru, serta 13 Ketua Gapoktan Kecamatan Kedungwaru. Program penyuluhan merupakan perpaduan antara pemerintah dengan pemandu yang berisi tujuan penyuluhan yang nantinya akan digunakan untuk acuan penyuluhan. Demikian yang disampaikan Bpk Eko (24/3).

    Programa penyuluhan Kecamatan mulai disusun dari tingkat desa selanjutnya akan dikumpulkan menjadi satu di tingkat Kecamatan, setelah terkumpul baru akan disahkan oleh pemerintah. Hasil dari programa penyuluhan akan digunakan sebagai acuan penyuluh dalam melakukan kegiatan penyuluhan di tahun berikutnya.

    Selanjutnya para ketua gapoktan menyampaikan keluhan ataupun usulan terhadap usaha tani yang dijalaninya. Disampaikan pada desa Ringian Agung meminta usulan untuk dibuatkan jalan usaha tani. Untuk desa Bangoan dan Ngunut menyampaikan masalah melunjaknya populasi hama tikus yang menyerang tanaman tebu mereka. Selanjutnya diskusi untuk menanggapi usulan dan masalah tersebut.



Pembuatan Mie Kering Berbahan Buah dan Sayuran di Desa Winong

Pada tanggal 22 Maret 2021 telah dilakukan kegiatan pelatihan pembuatan mie kering berbahan buah dan sayuran yang diikuti oleh kelompok wanita tani KWT Winong Asri di desa Winong dengan didampingi pembimbing lapang, Ibu Rena. Kegiatan pembuatan mie ini bertujuan meningkatkan nilai tambah tanaman sayur yang dibudidayakan KWT Winong Asri dengan membuat produk unggulan berupa mie kering berbahan buah dan sayuran.

🍜Bahan yang diperlukan untuk pembuatan mie kering berbahan sayuran:

1.  70 gr Sawi, 70 gr wortel, dan 50 gr buah naga

2.  3 butir telur (1 telur digunakan per adonan)

3.  3 siung bawang putih (1 siung bawang/ adonan)

4.  1 sendok teh garam/adonan

5.  1 sendok makan minyak/adonan

6.  230 gr tepung terigu/adonan

7.  20 gr tepung tapioca/adonan

8.  Air secukupnya

🍜Alat yang diperlukan untuk pembuatan mie kering berbahan sayuran:

1.  Wadah untuk membuat adonan

2.  Blender untuk membuat pasta sayur

3.  Penggiling untuk memipihkan mie

4.  Penggiling untuk membentuk mie

5.  Timbangan

6.  Kompor

7.  Panci pengukus 

Langkah pembuatan mie kering berbahan buah dan sayur:

  1. Haluskan masing-masing buah dan sayuran dengan menggunakan blender. Kemudian tambahkan air agar menjadi pasta dengan perbandingan sebagai berikut: 70 gr Sawi = 7 sendok makan air; 70 gr Wortel = 7 sendok makan air; 50 gr Buah naga = 5 sendok makan air.
  2. Buat tiga adonan berbeda dengan masing masing adonan mencampurkan 230 gr tepung terigu, 20 gr tepung tapioca, 1 siung bawang putih yang sudah dihaluskan, 1 butir telur, 1 sendok teh garam, 1 sendok makan minyak goring, dan 3 sendok makan pasta buah dan sayur.
  3. Uleni adonan sampai semua bahan tercampur
  4. Giling adonan hingga menjadi pipih
  5. Olesi adonan menggunakan tepung terigu secukupnya agar ketika digiling menjadi bentuk mie tidak lengket
  6. Bentuk adonan menggunakan penggiling mie
  7. Timbang mie seberat 50 gr, kemudian bentuk adonan sesuai selera
  8. Kukus mie dengan menggunakan alas yang berlubang agar adonan matang merata
  9. Jemur mie sampai kering (bisa menggunakan oven apabila cuaca tidak mendukung)
  10. Mie siap dikemas dan dipasarkan.

Produk mie kering yang sudah jadi akan dipasarkan di Pasar Pojok Winong Asri dan diharapkan dapat menjadi produk unggulan bagi KWT Winong Asri serta dapat menambah penghasilan anggota KWT Winong Asri.

 

Jumat, 26 Maret 2021

Kegiatan Penyemprotan Pestisida Pada Tanaman Padi di Desa Mangunsari

Pada tanggal 12 Maret 2021 bertempat di lahan persawahan padi kelompok tani Bangun Lestari I desa Mangunsari, dilaksanakan kegiatan pengendalian penyakit hawar daun bakteri. Penyakit hawar daun bakteri dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman padi sehingga berujung pada penurunan hasil produksi. Pengendalian penyakit hawar daun bakteri tersebut dilakukan dengan penyemprotan fungisida Sultricob WP 93 pada tanaman padi.  Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota kelompok tani Bangun Lestari I, petugas POPT, Penyuluh Pertanian Lapangan dan juga Koordinator BPP Kecamatan Kedungwaru.

Kegiatan diawali dengan pembekalan informasi yang berisi jenis pestisida yang akan digunakan dan takaran dosis yang digunakan harus tepat dan sesuai dengan luasan lahan. Pembekalan disampaikan oleh pembimbing lapang.

“Pestisida yang digunakan merknya Sutricob. Sutricob ini mengandung 93% fungisida dan sisanya tepung. 1/2 bungkus dapat dilarutkan pada 60 liter air.” Jelas bapak Suhartoyo pembimbing lapang POPT BPP Kedungwaru.

Setelah pembekalan, kemudian dilakukan pelarutan pestisida Sutricob pada 60 liter air didalam drum. Pada saat melarutkan pestisida sebaiknya menggunakan masker, dengan tujuan agar tidak terhirup dan berdampak pada kesehatan. Selanjutnya para petani mengambil larutan yang kemudian dimasukkan kedalam alat penyemprotan dan langsung disemprotkan pada tanaman padi yang dibudidayakannya.

Penyakit hawar daun bakteri (HDB) atau yang biasa dikenal kresek merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman padi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. Oryzae. Penyakit ini dapat menginfeksi tanaman padi sejak fase vegetatif hingga fase generatif, yaitu mulai dari fase pesemaian hingga menjelang panen. Patogen menginfeksi tanaman padi pada bagian daun melalui luka daun atau melalui lubang alami berupa stomata dan merusak klorofil daun, sehingga menurunkan kemampuan tanaman untuk berfotosintesis. Apabila hal ini terjadi pada fase generatif maka proses pengisian gabah kurang sempurna (Sudir, 2012).

🌾Gejala Serangan

       Gejala yang ditimbulkan oleh bakteri ini yaitu mulai dari terbentuknya garis berwarna keabu-abuan pada helaian daun yang akan berubah menjadi kuning kemudian putih. Gejala ini umum dijumpai pada stadium anakan, berbunga, dan pemasakan. Serangan penyakit pada tanaman yang masih muda dinamakan kresek, yang dapat menyebabkan daun berubah menjadi kuning pucat, layu, dan kemudian mati. Kresek merupakan bentuk gejala yang paling merusak. Perkembangan penyakit hawar daun bakteri dipengaruhi oleh faktor lingkungan terutama kelembapan, suhu dan cara budidaya, varietas dan pemupukan N. (Wahyudi, et.al., 2011).

🌾Pengendalian dan Pencegahan

     Penyakit bakteri padi relatif sulit dikendalikan, karena patogen beragam dan sifat genetiknya mudah mengalami mutasi, terutama virulensinya terhadap varietas padi. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit hawar daun bakteri pada padi sawah menurut Yanti, et.al (2018), antara lain:

  1. Menanam varietas yang tahan terhadap serangan hawar daun bakteri. Varietas tahan lebih aman digunakan karena tidak menyebabkan pencemaran lingkungan.
  2. Mengaplikasikan fugisida sintetik. Fungisida sintetik diaplikasikan ketika serangan penyakit sudah melebihi ambang batas.
  3. Mengurangi penggunaan pupuk N dengan dosis yang tinggi. Tanaman dengan penggunaan pupuk N dengan dosis yang tinggi tanpa diimbangi penggunaan pupuk Kalium akan menyebabkan tanaman menjadi lebih  rentan terhadap penyakit hawar daun bakteri.
  4. Sanitasi lahan dan pergiliran tanaman yang bukan inang patogen.

        Diharapkan dengan kegiatan penyemprotan ini dapat mencegah datangnya penyakit hawar daun bakteri dan tanaman padi yang dibudidayakan petani dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal sehingga petani mendapatkan hasil panen yang menguntungkan.



 





 

 

Kamis, 18 Maret 2021

Pelatihan Pembuatan Kompos Organik pada KWT Winong Asri di Desa Winong

 


Pada tanggal 3 Maret 2021 dilakukan kegiatan pembuatan kompos di Desa Winong. Kegiatan pembuatan kompos tersebut diikuti oleh kelompok wanita tani (KWT) yang bernama Kelompok Tani Winong Asri. Kegiatan tersebut didampingi oleh seorang pendamping lapang. Kegiatan dilakukan pada pukul 15.30 di rumah ketua kelompok wanita tani, Ibu Agung.

Kegiatan diawali dengan pembekalan informasi tentang bagaimana cara pengolah pupuk dan tempat yang akan digunakan sebagai wadah pupuk tersebut. Bahan utama dari pembuatan kompos organik yaitu limbah sampah rumah tangga anggota kelompok wanita tani (KWT) di Desa Winong. Dengan memanfaatkan sampah rumah tangga yang sudah tidak terpakai, adanya pembuatan pupuk kompos organik ini bisa mendatangkan nilai tambah pada limbah tersebut. Nantinya pupuk kompos organik ini bisa dimanfaatkan untuk memupuk tanaman sayuran yang ditanam oleh kelompok wanita tani (KWT) atau bisa dijual di pasar di desa Winong sehingga para anggota KWT mendapat tambahan penghasilan.

Karena anggota KWT tinggal berdekatan, maka disediakan 7 titik. Pada titik-titik tersebut disediakan tempat (drum) yang sudah dimodifikasi oleh bapak RT sebagai wadah pembuatan kompos organik. Diharapkan anggota KWT disekitar titik tersebut menyetorkan limbah sampah rumah tangga secara rutin ke tempat (drum) tersebut.

Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat kompos organik :
  1. Limbah sampah organik
  2. Limbah sampah organik
  3. Larutan EM4 atau air cucian beras Drum / bekas cat dengan tutupnya
  4. Penyangga plastik, untuk menyangga lempengan plastik
  5. Lempengan plastic, untuk saringan
  6. Karan plastik atau selang plastik kecil
Langkah pembuatan komposter :
  1. Lubangi lempengan plastik menggunakan solder atau paku yang dipanaskan. Lempengan plastik ini akan berfungsi sebagai saringan.
  2. Masukkan penyangga saringan dalam drum/ember, kemudian letakkan saringan diatas penyangga tersebut.
  3. Lubangi drum/ember pada bagian bawah, sekitar 1-2 cm dari dasar drum/ember. Lubang tersebut untuk memasang kran/selang sebagai lubang keluarnya cairan lindi yang dihasilkan dari proses pengomposan.
  4. Pasang kran atau selang pada lubang tersebut
  5. Komposter siap diisi sampah dapur

Cara pembuatan kompos menggunakan komposter :
  1. Pisahkan sampak organik dan non organik
  2. Potong kecil sampah organik menjadi sekitar 1-2 cm
  3. Semprot sampah organik dengan bioaktivator (bisa menggunakan EM4 atau air cucian beras) sampai rata.
  4. Masukkan sampah organik yang telah dipotong kecil kedalam komposter
  5. Lakukan penyemprotan setiap kali memasukkan sampah dan tutup dengan rapat kembali komposter.
  6. Penambahan sampah dapat dilakukan sampai komposter penuh.
  7. Diamkan selama kurang lebih 14 hari agar terjadi proses pengomposan.
Dari proses tersebut akan diperoleh dua produk yang bermanfaat, yaitu pupuk organik cair (POC) dan pupuk padat (kompos). Pupuk cair dikeluarkan melalui kran bagian bawah komposter dan dapat langsung dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman dengan menyiramkan pada tanah di sekitar tanaman, bukan pada batang tanaman. Pupuk padat (kompos) yang dihasilan perlu dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan.

Manfaat dari kegiatan pembuatan kompos organik dengan berbahan dasar limbah sampah rumah tangga yaitu dapat mengurangi sampah limbah rumah tangga, hasil dari kompos organik dapat dimanfaatkan untuk memupuk tanaman sayuran anggota KWT, juga orientasi dari kegiatan ini berfokus agar para anggota mendapatkan tambahan penghasilan dari penjualan kompos organik.