Welcome to BPP Kedungwaru

Jumat, 26 Juli 2013

Penyakit Sapu Pada Kacang Tanah



Penyakit Sapu Pada Kacang Tanah
Posted by : Agus Prasetya
Dalam kehidupan sehari-hari, kacang tanah merupakan sumber lemak nabati, protein utama nabati dan vitamin terutama A dan B. Sebagai sumber bahan makanan langsung, yaitu sebagai hidangan ringan seperti kacang rebus, kacang goreng atau dapat diolah sebagai bumbu pecel, roti dan makanan olahan lainnya. Daun dan batang kacang tanah dapat digunakan sebagai makanan ternak yang tinggi nilai gizinya, juga bungkil kacang tanah sebagai sampingan dalam pembuatan minyak kacang, dapat digunakan sebagai makanan ternak.

Karena kacang tanah memiliki kandungan gizi tinggi, maka usaha untuk menaikkan produksi kacang tanah harus terus diusahakan. Dalam budidaya palawija, banyak jenis hama dan penyakit yang merugikan. Pada tanaman palawija lainnya seperti  kedelai, kacang hijau, jagung dan ubi kayu, kerugian sering timbul karena lebih banyak disebabkan oleh hama, sedangkan pada kacang tanah banyak disebabkan oleh penyakit.
Beberapa penyakit kacang tanah diantaranya disebabkan oleh jamur, yang menyebabkan kerusakan pada biji polong dan tanaman muda. Penyakit bercak daun disebabkan oleh jamur, penyakit ini menginfeksi tanaman inang melalui stomata. Disamping penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri, terdapat juga penyakit  yang disebabkan oleh virus maupun mikoplasma. Penyakit-penyakit tersebut  diantaranya  penyakit mosaic, belang, sapu dan keriting. Salah satu dari beberapa penyakit tersebut yang sering menyerangpada tanaman ini adalah penyakit sapu.
Penyakit  sapu ini selain menyerang pada tanaman kacang tanah, juga menyerang tanaman koro pedang, Lombok, orok-orok, kacang hijau, kacang panjang dan tanaman lain yang berbunga kupu-kupu.
Gejala
Gejala luar yang tampak dari penyakit ini, sama halnya dengan gejala sapu pada umumnya. Semua tunas yang biasanya istirahat (dormant), berkembang membentuk cabang-cabang yang tegak, sehingga tanaman menyerupai sapu. Gejala sapu ini menyebar didalam  jaringan tanaman. Kalau infeksi terjadi pada  awal pertumbuhan, bentuk tanaman menjadi kerdil, bunga sama sekali tidak akan terbentuk. Kalau infeksi terjadi pada tingkat pertumbuhan lanjut, mula-mula tanaman masih menunjukkan pertumbuhan yang normal, bunga normal  masih terbentuk dan masih menghasilkan polong.   Setelah terjadi infeksi, dari pangkal ketiak daun tumbuh bunga  yang  normal, berwarna hijau, tidak bertangkai dan tangkainya pendek sekali. Polong yang perkembangannya mulai berlangsung dibawah tanah, pada saat tanaman mulai sakit, ujungnya mulai melengkung keatas.
Penularan
Penularan penyakit sapu di laboratorium untuk keperluan penelitian dilakukan dengan jalan penyambungan pucuk atau dengan cara penggosokan. Sedangkan penularan di alam terbuka melalui perantaraan vector  Aphis craccivora dan oleh Orosius sp. Aphis yang belum dewasa pada tanaman kacang tanah mula-mula berwarna coklat selanjutnya menjadi abu-abu kehitaman dan akhirnya setelah dewasa  berwarna hitam.    
Kerugian
Pernah dilaporkan bahwa penyakit sapu pada tanaman kacang tanah di beberapa tempat di Indonesia menyebabkan kerusakan tanaman sekitar 60-80 % tergantung pada jenis tanamannya. Penurunan angka hasil polong bisa mencapai 70 % , bahkan tidak menghasilkan sama sekali kalau infeksi terjadi pada awal pertumbuhan tanaman. Jenis macan memiliki ketahanan yang cukup tinggi terhadap penyakit sapu. Adapun pengaruh penyakit sapu terhadap penurunan kandungan protein dan lemak biji kacang tanah berturut-turut berkisar antara 16-27% dan 21-27%. Jenis gajah mengalami penurunan yang paling banyak, akibat serangan penyakit ini.
Pengendalian Penyakit
Pengendalian penyakit tanaman yang di sebabkan oleh virus atau mikoplasma sampai sekarang masih sukar untuk dilakukan secara langsung terhadap virus atau mikoplasma sendiri oleh karena menyangkut metabolism biologis, sedang sifat-sifat virus atau mikoplasma sendiri masih belum di ketahui secara akurat dan butuh diadakan penelitian lebih lanjut. Beberapa cara yang dianjurkan untuk mengendalikan penyakit ini yaitu, menghindari penanaman kacang tanah dua kali berturut-turut atau penanaman kacang tanah sesudah kedelai. Menanam jenis macan yang terbukti memiliki ketahanan yang cukup terhadap serangan penyakit sapu.
Semua tanaman yang berasal dari sisa biji yang tertinggal dalam tanah dan tanaman yang menunjukkan kena serangan gejala permulaan, perlu segera di hilangkan untuk membatasi sumber infeksi. Tanaman kacang tanah sebaiknya dijauhkan dari tanaman kacang panjang untuk mengurangi perpindahan hama aphis. Menghilangkan gulma yang hidup dekat kacang tanah, seperti ketepeng cina sangat dianjurkan. 
Penyemprotan dengan Diazenon 0,2% formulasi 1000 liter per Ha pada tanaman yang berumur 30 hari dapat menekan populasi Aphis dan Orosius, sehingga dapat menekan laju dari infeksi. Karena penyakit sapu mempunyai potensi merusak tanaman yang cukup besar, maka perlu dilakukan pengamatan setiap saat terhadap gejalanya, sehingga pengendaliannya dapat dilakukan sedini mungkin. 
  Sumber : Surat kabar Sinar Tani.

1 komentar: