Welcome to BPP Kedungwaru

Jumat, 26 Juli 2013

BERTANAM TEBU DENGAN CARA BUD CHIP



BERTANAM TEBU DENGAN CARA BUD CHIP
Posted By :  Ety Setyaningsih
 
Bud chips adalah teknologi percepatan pembibitan tebu dengan satu mata tunas yang diperoleh dengan menggunakan alat mesin bor dengan mengadopsi teknologi pembibitan tebu ini dari columbia dengan menggunakan bud chips diharapkan akan tumbuh banyak anakan dengan pertumbuhan yang seragam.

Berikut kami paparkan teknologi percepatan pembibitan tebu menggunakan bud chips:
1.      Persiapan Media Tanam
Media tanam yang digunakan untuk membuat persemaian untuk tanah ringan adalah tanah yang diolah dan dicampur Biokompos dengan  Perbandingan 1:1 (1 Tanah : 1 Biokompos), sedangkan untuk tanah berat ditambahkan pasir dan kompos dengan perbandingan 1:1:1 (1 Tanah : 1 Pasir : 1 Biokompos) kemudian  diayak. sebelum media tanam digunakan media tanam harus disterilisasi terlebih dahulu, ada 2 cara sterilisasi media tanam :
-          Menggunakan Formalin
Caranya setiap 1 liter formalin dicampur dengan 5 liter air dan digunakan untuk media tanam seberat 200 kg. Namun cara ini dianggap kurang menguntungkan dikarenakan bud chips yang ditanam dengan media ini sebagian mati.
-          Disteam
Caranya media dimasukkan ke dalam karung dan di ikat kemudian dimasukkan ke dalam drum dan di steam dengan suhu 100C selama 1 jam. Setelah itu tanah di dinginkan sampai dingin baru digunakan untuk penyemaian. Sterilisasi dengan metode ini dianggap efektif.

2.       Pembuatan Bedengan untuk Persemaian / Dederan
Bedeng harus segera disiapkan sebelum bud chips dibor. Kebun persemaian harus dipilih di lokasi strategis berdasarkan kriteria sebagai berikut : dipinggir jalan yang dapat dijangkau kendaraan, terjamin sumber pengairan dengan drainase yang baik, dan topografi datar. Dengan ukuran lebar ± 120 cm, panjang sesuai kondisi, tebal media tanam ± 7 cm, letak bedengan lebih tinggi dari tanah ± 10 cm dengan tujuan supaya drainase lancar dan bedengan diberi alas plastik supaya tidak terjadi kontak langsung dengan tanah.

3.      Pengeboran bibit tebu menjadi bud chips
Alat yang digunakan untuk mengebor bibit adalah mesin bor duduk yang merupakan rancangan dari Puslit PTPN X. Alat ini memang belum standart tapi sudah bisa digunakan untuk mengebor bibit tebu dengan mata tunas satu atau biasa disebut dengan Bud chips. Tebu yang digunakan sebagai benih bud chips berasal dari hasil kultur jaringan, yang berumur 6 – 8 bulan. Bibit yang diambil berupa satu mata tunas dengan posisi mata terletak ditengah – tengah dari panjang stek dan cincin ruas tidak semuanya ikut. Sehingga ruang untuk keluar akar semakin sedikit, tetapi ketika tanaman dipindah di lapangan akar akan tumbuh dengan subur dan serentak.

4.      Setelah bud chips dibor maka dilakukan perawatan / treatment dengan hot water treatment (HWT) menggunakan suhu 50°C seharusnya selama 30-60 menit, namun banyak yang tidak tumbuh sehingga lama perendaman dipersingkat hanya 15-20 menit, khusus bibit bagian pucuk direndam dengan suhu 40°C selama 15 menit. Setelah dingin, mata yang telah dilakukan HWT direndam dalam larutan selama 10 menit dengan komposisi larutan Insektisida Cruiser 350 ps dosis 12,5 ml/40 Liter air, Fungisida DELSEND MX-80WP Dosis 10gr/40 Liter Air, dan Zat perangsang tumbuh ATONIK  dosis 10gr/40 liter air.

5.      Penanaman bibit bud chips di lahan semai
Setelah bud chips selesai perlakuan hot water treatment dan direndam dalam larutan maka bud chips ditiriskan, kemudian dilakukan sortasi dari kerusakan mata dan didiamkan dalam karung plastik selama 2 hari. Kemudian disemai di bedengan dengan jarak tanam 2 x 2 cm, dengan posisi mata tunas di atas. Tanah yang digunakan untuk menutupi bud chips jangan terlalu tebal kira – kira 1 cm, bud chips disemai di bedengan selama 10 hari.


6.       Pemindahan bibit chips ke dalam tray
Setelah bibit berumur ± 10 hari di dalam bedengan ditandai mulai keluar tunas 5-10 cm atau daun tunas mulai membuka 1-2 helai, bud chips kemudian dipindahkan ke tray diisi dengan media tanah yang telah disterilisasi, kemudian di sungkup tetapi tidak terlalu rapat. Di bawah tray diberi mulsa supaya kelembapan terjaga dan mengurangi serangan hama penyakit. Di media tray diberi pupuk NPK (15:15:15), dengan dosis pupuk I : 1,5 gram dilarutkan kedalam air 250 ml (0,250 liter) untuk 1 meter persegi setelah 3-5 hari tanam di  tray dan pupuk II diberikan 30 hari setelah pupuk I dengan dosis yang sama dan pengairan diberikan dengan cara gembor.

7.       Pemindahan bud chips ke lapangan
Setelah bud chips berumur 2-2,5 bulan di tray kemudian dipindahkan ke lapangan/kebun. Dengan jarak tanam 60-70  cm, dan untuk 1 ha lahan dibutuhkan sekitar 12.000-16.200 bibit/rumpun, tergantung pada PKP yang digunakan.




BERIKUT CARA TANAM BIBIT BUD CHIPS DI KEBUN :

- Cuklak
- Pupak anorganik (NPK+ZA / Urea) Dosis penuh di tempatkan paling bawah
- Bio Kompos
- Tanam (Roges diatas titik tumbuh / potong potlet ) satu lubang satu bibit
- Timbun tanah sampai pangkal batang / ruas atas

Untuk pemeliharaan dan panen sesuai dengan standart penanaman tebu seperti biasanya.
Penggunaan bud chips sebagai benih lebih banyak memiliki keuntungan dibandingkan dengan bibit dari bagal, antara lain :
1. Setelah bibit di pindah ke kebun, bibit yang berasal dari bud chips lebih cepat tumbuh dan hampir bisa dipastikan pasti tumbuhnya dibanding dengan yang berasal dari bagal, karena bibit bud chips telah melewati sortasi berkali-kali. 
2.  Anakan bibit bud chips akan tumbuh lebih serempak dan lebih banyak, karena bibit bud chips sengaja dibuat stress dengan hanya ditempatkan pada media tanam yang sedikit sehingga begitu dipindah ke kebun bud chips akan tumbuh dengan banyak anakan dan pertumbuhan yang seragam.
3. Kebutuhan bibit dalam 1 ha antara 12.000 - 16.200 bibit bud chips, tergantung PKP yang digunakan pada pola bukaan kebun.
 Maka tidak heran apabila teknologi bud chip ini  disebut-sebut sebagai tanaman masa depan yang bisa dijadikan alternatif untuk mendapatkan tebu dengan produksi yang lebih optimal dengan keuntungan yang maksimal.

Sumber :


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar