Welcome to BPP Kedungwaru

Kamis, 22 November 2012

" Lepidiota Stigma Menyerang Tanaman Tebu di Kecamatan Kedungwaru "

Dilahan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung hama Lepidiota stigma banyak ditemukan di beberapa desa diantaranya Tapan, Bangoan, Gendingan dan Boro dengan total luasan tenaman tebu yang terserang kurang lebih 100 Ha.  Serangan hama tersebut menyebabkan tanaman kerdil dan roboh karena menyerang akar tanaman .
Sebagian besar lahan tanah yang di gunakan untuk budidaya tebu adalah berpasir yang sifatnya remah dan mengandung banyak bahan organik.  Larva L. stigma sangat menyukai kondisi tersebut sebagai tempat hidup. Tipe  tanah berpasir yang sifatnya remah sangat disukai oleh hama  Lepidiota stigma terutama bagi larva/uret. Pada kondisi tanah kering, uret mampu berlindung pada kedalaman sekitar 3 meter di bawah permukan tanah.
Target Swasembada gula tahun 2014 kendala serangan OPT Tebu Uret Lepidiota stigma menyebabkan tanaman kerdil dan roboh,  Karena penurunan hasil gula sampai 50% (Ditjenbun,2010). Berbagai pengendalian telah dilakukan diantaranya adalah pengairan, pengumpulan uret, pengumpulan imago/larva, pestisida kimiawi, perangkap imago, menggunakan Nematoda Entomopatogen, penggunakan agen hayati,misalnya serbuk biji mimba dan lain sebagianya.
Keberhasilan pengendalian memerlukan informasi penyebaran, identifikasi, biologi dan populasi. Metode pengendalian yang efektif dan efisien terhadap hama tanaman ini dapat diperoleh dengan mengetahui factor-faktor abiotik dan biotik yang mempengaruhi dinamika populasi serangga hama.
Bioekologi hama berhubungan dengn daya tahan hidup, pola pertambahan populasi. Jika faktor-faktor tersebut dapat diketahui, maka mata rantai terlemah dalam siklus hidup serangga dapat diketahui. Selain untuk mendapatkan cara pengendalian yang tepat, data tersebut dapat juga dimanfaatkan untuk menilai resistensi tanaman terhadap serangga hama.
            Pengendalian hama tanaman dapat dilakukan dengan berbagai cara atau memadukan beberapa komponen pengendalian antara lain pola tanam, varietas tanam, sanitasi, pestisida nabati, pestisida sintetik dan penggunaan musuh akami. Pathogen serangga adalah salah satu komponen pengendalian hama tanaman dengan menggunakan mikroorganisme.       

PENGENALAN Lepidiota  Stigma
Morfologi
L. stigma termasuk dalam phylum Arthropoda, klas Insecta, Ordo Coleoptera, sub-ordo Lamellicornia, Famili Scarabaeidae, sub-famili Melolonthinae, Genus Lepidiota, spesies L. stigma F (Kalshoven, 1981)
Telur uret berwarna putih kekuningan dengan ukuran panjang 2-4,25 mm dan lebar 1,2 – 2,95 mm. Stadia telur  15  hari ( bulan Januari – November). Larva uret berwarna putih krem berbentuk C dengan panjang ± 7,5 cm. Kepala berwarna coklat pucat dengan lebar sekitar 10 – 11 mm. Stadia larva 9 bulan yaitu ( larva   instar   1  terjadi pada bulan Desember Februari, larva instar 2 pada bulan Februari - Maret, larva instar 3 pada bulan April – Juni, dan larva instar 4 pada bulan Juni – Juli).
Larva membentuk pupa pada kedalaman 15-20   cm di bawah permukaan tanah. stadia pre pupa  terjadi selama 12 hari yaitu pada bulan Juli - Agustus, stadia pupa selama 1 bulan pada bulan Agustus – Oktober. Imago berwarna coklat gelap sampai hitam, masa hidup imago selama 3 bulan yaitu pada bulan Oktober – Desember . Daur hidup L. stigma secara keseluruhan adalah 13 bulan 27 hari.


Siklus Hidup L. Stigma

Gejala Serangan L. Stigma  Pada Tebu
Pada tanaman muda pucuk tanaman menjadi layu, kemudian menguning mirip gejala kekeringan. Apabila terjadi serangan yang parah dapat menyebabkan tanaman mati.
Serangan uret sifatnya tidak merata dan meskipun sudah diberi air tidak menunjukkan adanya tanda-tanda pulih. Kelayuan terjadi karena adanya kerusakan pada akar yang merupakan alat penyerap zat hara dan air dari dalam tanah sehingga pengangkutan zat hara dan air menjadi terhenti.
Bagian pangkal tanaman tebu yang terserang uret dapat kehilangan semua akar dan terbentuk rongga-rongga gerekan yang besar pada bagian pangkal batang Pada tanaman tebu yang sudah tua, gejala yang ditimbulkan akibat serangan uret adalah layunya pucuk tanaman, daunnya mengering, dan akhirnya roboh dan mati.

Pengenalan Nematoda Entomopatogen ( NEP )
Nematoda merupakan bangsa cacing yang memiliki potensi sebagai pengendali serangga hama khususnya pada fase larva, Nematoda Entomopatogen (NEP) hidup di dalam tanah sehingga efektif untuk serangga hama yang ada di dalam tanah. Tidak menutup kemungkinan digunakan di  atas permukaan tanah serta dapat dibiakkan  sebagai agen hayati.

Nematoda Entomopatogen ( NEP ) :
  • Ukuran 500-800 um,
  • Bakteri simbion :
          Xenorhabdus spp.- dari  Steinernema spp.
          Photorhabdus sp.- dari  Heterorhabditis spp.
  • Efektif pada semua jenis Hama (Lepidoptera, Coleoptera, Diptera, dll). Untuk hama tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan bunga.
  • Dapat diisolasi dari  semua jenis tanah. 
Potensi Nematoda Entomopatogen ( NEP )
Keunggulan:
  1. Membunuh hama dalam waktu 24 - 48 jam,
  2. Aman bagi Tanaman, Musuh Alami, Parasitoid, Hewan dan Manusia,
  3. Dapat memperbanyak diri dalam tubuh serangga hama  dan kemudian keluar untuk mencari inang yang baru,
  4. Dapat dibiakkan secara massal (small - medium scale) sendiri di tingkat petani,
  5. Dapat diaplikasikan bersama dengan agens pengendali hama yang lain (kompatibel),

4 komentar:

  1. Mohon Informasi terbaru Varietas tebu yang tahan Lepidiota Stigma.

    BalasHapus
  2. Maaf belum ditemukan varietas tebu yang tahan lepidiota stigma. kalau bapak punya info tentang varietas tebu tahan lepidiota stigma tolong kami di kabari, matur nuwun

    BalasHapus
  3. Mohon informasi tentang NEP klo beli dimana??

    BalasHapus