Welcome to BPP Kedungwaru

Kamis, 27 Desember 2012

Pengendalian hama Wereng batang coklat.



PENGENDALIAN HAMA WERENG BATANG COKLAT
Pendahuluan
Wereng batang coklat ( Nilaparvata Lugens) merupakan salah satu hama yang paling berbahaya dan sangat merugikan tanaman padi. Hama wereng batang coklat menyerang dan merusak tanaman padi sejak dipersemaian sampai tanaman tua. Ukuran  badan serangga ini tergolong kecil, sekitar 2-5mm, biasanya menetap dipangkal batang padi dan menghisap cairan tanaman padi. Kerusakan akibat serangan hama ini adalah tanaman kering seperti terbakar atau yang dikenal dengan istilah hopperburn dan mengakibatkan tanaman padi puso atau gagal panen.

Penyebab
            Ada beberapa penyebab serangan hama wereng coklat menjadi salah satu hama tanaman padi yang paling berbahaya, yaitu:
1.      Adanya penanaman varietas yang rentan terhadap hama ini, seperti jenis hibrida, ketan, Sintanur, Logawa, Impari 6 dsb.
2.      Pola tanam yang tidak teratur, menyebabkan hama mampu berkembang biak dengan cepat karena hama mampu berpindah-pindah tempat dengan cepat.
3.      Pemupukan yang tidak berimbang, terutama banyak menggunakan pupuk unsur nitrogen, menyebabkan tanaman menjadi lunak sehingga disukai wereng.
4.      Penggunaan insektisida yang tidak bijaksana, sehingga hama menjadi resistan.
5.      Pengendalian dilakukan secara tidak bersama-sama.
6.      Wereng batang coklat mempunyai kemampuan berkembang biak yang tinggi, bertelur banyak (100-600 butir) dan siklus hidupnya pendek, daya sebar cepat dan daya serangnya ganas.
Karakteristik Wereng Batang Coklat
-          WBC dewasa mempunyai dua bentuk sayap, yaitu dewasa sayap panjang (Makroptera) dan dewasa sayap pendek (Brakhiptera).
-          Bentuk Makroptera merupakan indicator populasi pendatang, dan emigrasi, sedangkan Brakhiptera populasi penetap.
-          WBC mampu beradaptasi terhadap pergantian varietas tahan, dengan membentuk biotipe atau koloni baru.


Kecenderungan umum dinamika populasi WBC pada varietas rentan atau peka
1.      G.0 Tahap migran, serangga migran menyerang sawah.
2.      G.1 Tahap menetap (generasi pertama) betina dewasa pada generasi pertama ini biasanya berbentuk serangga bersayap pendek.
3.      G.2 Tahap perusak ( generasi kedua ) sejumlah besar serangga dewasa bersayap panjang muncul dan berpindah jika pada hamparan yang samaterdapat sawah yang baru ditanami, maka akan terjadi imigrasi WBC dari tanaman padi fase generative tersebut.
SRTATEGI PENGENDALIAN WBC
-          Pengamatan dilakukan secara terprogram, sejak awal persemaian dengan mewaspadai daerah endemis wereng batang coklat dan mewaspadai adanya populasi WBC dipersemaian dan tanaman muda.
-          Koordinasikan gerakan dan tingkatkan penyuluhan.
Pengendalian Pratanam
-          Perencanaan pemilihan varietas tahan
-          Pemusnahan singgang atau sisa tanaman yang terserang virus yang ditularkan WBC yaitu kerdil rumput dan kerdil hampa.
-          Pemusnahan bibit yang terserang virus yang ditularkan WBC.
Fase Persemaian
-          Pemantauan populasi WBC dan musuh alaminya
-          Gunakan agent hayati apabila ditemukan populasi WBC dibawah ambang pengendalian.
-          Gunakan insektisida secara tepat apabila populasi WBC sudah diambang pengendalian
Fase Tanam sampai anakan maksimum
-          Tanamlah varietas yang telah terbukti tahan didaerah yang bersangkutan. Hindarkan penanaman varietas rentan maupun varietas pemicu.
-          Eradikasi selektif tanaman yang terserang ringan sampai dengan berat dan eradikasi total tanaman yang terserang berat.
-          Penggunaan agent hayati
-          Penggunaan insektisida yang diijinkan apabila populasi WBC lebih dari 10 ekor /rumpun pada tanaman kurang dari 40 hst atau populasi lebih dari 20 ekor/rumpun pada tanaman berumur lebih dari 40 hst.



Fase Tanaman Tua
-          Penggunaan agent hayati apabila populasi masih dibawah ambang pengendalian.
-          Penggunaan insektisida yang diijinkan dan efektif apabila populasi WBC mencapai mencapai lebih dari 20 ekor/rumpun pada tanaman berumur lebih dari 40 hari setelah tanam.   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar