Welcome to BPP Kedungwaru

Kamis, 29 Oktober 2015

TEKNIK PEMILIHAN BENIH PADI DAN PERSEMAIANNYA

oleh : Pitoyo, SP

Pada budidaya padi langkah awal yang perlu dilakukan dan yang paling penting adalah pemilihan benih padi, karena dengan menggunakan benih padi yang berkualitas dan bernas maka akan didapatkan hasil produksi beras atau gabah yang maksimal. Hal ini berlaku pada benih padi varietas apapun juga.
Benih padi yang digunakan harus bersertifkat, hal ini menandakan bahwa benih padi tersebut dapat dipertanggungjawabkan kelayakan tanamnya seperti masa dormansinya dan daya tumbuhnya. Dalam penggunaan benih yang bersertifikat, tidak semuanya dapat ditanam sebagai benih, melainkan harus dipilih yang bagus. Cara memilih benih padi yang bagus ada 3(tiga) cara dan petani hanya cukup menggunakan satu cara saja.

Cara memilih benih yang baik.
Setiap lahan sawah seluas 1 Ha membutuhkan benih padi ± 20 Kg. Benih yang akan ditanam harus dipilih yang baik. Memilih benih padi yang baik ada tiga cara, tetapi hanya satu cara saja yang dipakai. Pilih satu dari tiga cara berikut:
1.      Pemilihan benih yang baik dengan telur dan garam
-          Siapkan ember dengan ukuran minimal cukup untuk 3 kali volume/banyaknya benih.
-          Masukkan air ke dalam ember, sebanyak kira-kira 2 kali volume benih.
-          Letakkan telur didasar air damn masukkan garam dapur sedikit demi sedikit sampai telur terangkat ke permukaan air, lalu telur diambil.
-          Kemudian masukkan benih padi ke dalam larutan air garam.
-          Selanjutnya di aduk-aduk dan benih yang mengambang dibuang atau tidak ditanam
-          Benih yang tenggelam disemaikan.

2.      Pemilihan benih yang baik dengan air garam
-          Siapkan ember dengan ukuran minimal cukup untuk 3 kali volume benih
-          Buatlah larutan 20 gram garam dapur dalam 1 liter air.
-          Masukkan larutan garam ke dalam ember sebanyak 2 kali volume benih.
-          Masukkan benih ke dalam larutan garam tersebut.
-          Kemudian diaduk-aduk dan benih yang mengambang dibuang atau tidak ditanam.
-          Benih yang tenggelam disemaikan.

3.      Pemilihan benih yang baik dengan pupuk ZA
-          Siapkan ember dengan ukuran minimal cukup untuk 3 kali volume benih.
-          Buatlah larutan 20 gram pupuk ZA dalam 1 liter air.
-          Masukkan larutan pupuk ZA kedalam ember sebanyak 2 kali volume benih.
-          Masukkan benih kedalam larutan pupuk ZA tersebut
-          Kemudian diaduk-aduk dan benih yang mengambang dibuang atau tidak ditanam.
-          Benih yang tenggelam disemaikan.

Setelah memperoleh benih yang bagus, petani harus berupaya memperoleh bibit padi yang bagus dengan memperhatikan persemaian/pembibitan. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: letak lokasi, cara mengolah tanah, cara melindungi bibit, dan lain-lain.
Dari uraian tersebut di atas, petani perlu mengetahui hal-hal sebagai berikut.
Keuntungan penggunaan benih bermutu
Penamanan padi IR 64 disarankan menggunakan benih bermutu varietas unggul yang bersertifikat, karena akan memperoleh keuntungan sebagai berikut:
-  Jika disemaikan akan menghasilkan bibit yang tegar dan sehat.
-  Tanaman yang sehat dengan perakar baik dan banyak.
-  Menghasilkan kecambah yang tinggi dan pertumbuhan yang seragam.
-  Dapat tumbuh lebih cepat dan tegar, setelah ditanam (dipindah ke lahan tanam).
-  Tahan terhadap wereng coklat biotipe 1 & 2 dan virus kerdil rumput.
-  Agak tahan wereng coklat biotipe 3 hawar daun bakteri strain IV.
-  Akan diperoleh hasil yang tinggi dan mutu hasil lebih baik.

Perlakuan benih padi untuk disemaikan
Setelah mendapatkan benih padi yang baik atau benih padi yang tenggelam, tidak langsung disebar pada persemaian tetapi harus dilakukan hal-hal berikut:
- Benih yang tenggelam dibilas dengan air bersih, agar tidak mengandung larutan garam atau pupuk.
- Setelah bersih, benih direndam selama 24 jam, kemudian ditiriskan selama 48 jam. Lalu benih siap disebar pada bedengan persemaian.

Cara persemaian/pembibitan :

-          Pilih lokasi persemaian dekat dengan sumber air dan memiliki drainase yang baik, agar air di persemaian dapat diatur dengan baik (cepat diairi dan cepat pula dikeringkan menurut kebutuhan).
-          Buatlah bedengan pembibitan seluas 400 m2, dengan lebar 1 - 1,2 m dan panjangnya menurut keadaan lahan. Antar bedengan dibuat parit sedalam 25 - 30 cm.
-          Setiap 2 m2 bedengan campurkan kera-kira 2 kg bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang atau campuran serbuk kayu, abu, sekam padi. Pemberian bahan organik pada persemaian ini akan memudahkan pencabutan bibit padi sehingga kerusakan akar dapat dikurangi.
Persemaian perlu dilindungi dari hama tikus, sebab tikus sangat senang benih padi yang baru disebar, dengan cara:

-          Buat pagar plastik mengelilingi tempat pembibitan.
-          Cara ini akan lebih baik/tepat apabila tempat persemaian beberapa petani dalam satu lokasi, dipasang bubu perangkap pada pagar plastik untuk pengendalian tikus sejak dini.

-          Sebarlah benih padi secara merata di atas bedengan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar