Welcome to BPP Kedungwaru

Minggu, 14 Mei 2017

CARA MENGATASI KAMBING KEMBUNG



Kembung atau Bloat atau Tympani pada ternak terjadi karena adanya timbunan gas yang berlebihan sehingga rumen ternak menggembung. Penggembungan terjadi karena esophagus mengalam sumbatan sehingga menghambat pengeluaran gas dalam perut. Gas yang terbentuk adalah karbondioksida (C02) dan gas metana (CH4). Gas ini membentuk buih/busa yang sulit dikeluarkan. Kembung rumen merupakan penyakit ekonomis yang sering terjadi dan dapat menyebabkan kematian pada kambing dan domba .

Ada dua faktor penyebab penyakit kembung pada ternak yaitu pakan dan hewan itu sendiri. Faktor pakan pada umumnya terjadi karena cara dan pola pemberian pakan yang tidak tepat. Tanaman leguminosae sering mengakibatkan kembung juga biji-bijian yang digiling sampai halus lebih sering menimbulkan gangguan daripada yang diberikan secara utuh. Kenapa demikian? karena tanaman atau biji-bijian tersebut jika dicerna berpotensi membentuk gas, dan jika bercampur ingesta akan membentuk buih/busa di dalam rumen. Jumlah imbangan konsentrat dan hijauan yang cenderung lebih banyak konsentrat juga mengakibatkan kembung.
Faktor penyebab lainnya adalah tanaman muda atau tanaman yang dipanen sebelum berbunga atau sesudah turunnya hujan, serta tanaman yang menghasilkan getah atau bahan yang mudah menimbulkan busa dalam rumen. Faktor keturunan diduga turut berpengaruh terhadap kepekaan penyakit ini.
GEJALA PENYAKIT
1.        Perut sebelah kiri membesar dan cukup keras, bila ditepuk seperti suara kendang;
2.         Ternak gelisah dan merasa tidak nyaman;
3.         Sulit bernafas atau bernafas melalui mulut;
4.         Air liur kental dan berbusa;
5.         Hewan berhenti makan atau mengunyah;
6.         Sering kencing dan mengejan;
7.         Pada kasus berat tidak bisa berdiri dan akhirnya mati.
PENCEGAHAN
1.    Berikan pakan hijauan yang sudah dilayukan, minimal dibiarkan semalaman. Paparkan hijauan di bawah sinar matahari selama 2-3 jam;
2.    Jangan menggembalakan ternak pada pagi hari atau ketika rumput masih basah, tunggu sampai embun menguap;
3.    Amati ternak jika terjadi kembung minimal 2 jam setelah diumbar/digembalakan;
4.    Berikan hijauan dalam bentuk kasar, tidak dicacah kecil agar mikrobial mencerna pakan sehingga meininimalkan terjadinya kembung;
5.    Pemberian pakan hijauan dan konsentrat yang paling baik adalah sedikit demi sedikit tetapi sering;
6.    Beberapa ternak sering mengalami kembung yang kronis, kemungkinan faktor genetis. Untuk kasus seperti ini ternak bisa dipertimbangkan diafkir saja.
PENGOBATAN
Jika kembung tidak terlalu parah pertolongan pertama dapat dilakukan dengan obat tradisional.
1.    Berikan emulsi/campuran air hangat dengan minyak kelapa atau minyak kacang sebanyak 200-250 ml;
2.    Berikan 150-300 ml cuka hangat untuk sapi dewasa;
3.    Berikan 200 ml minyak jarak pada ternak dewasa, dan lakukan sekali saja;
4.    Berikan campuran jahe, adas, dan getah kaca piring sebanyak 300 ml. Berikan sehari sekali;
5.    Berikan perasan daun sembukan ( Paederia scandens) sebanyak 200-300 ml.
Pengobatan tersebut dapat dikombinasi dengan exercise dan menekan-nekan perut yang kembung guna mempercepat pengeluaran gas. Pengobatan dapat juga dilakukan dengan kombinasi memasukkan pelepah daun pepaya melalui anus untuk mempermudah pengeluaran gas. Selama pengobatan ternak harus dalam posisi berdiri.
Beberapa obat medisinal berikut perlu dipertimbangkan untuk diberikan, yaitu:
pulvus veratri albi 10-25 g 3 kali/hari, oleum terebinthinae 25-50 ml. Sedangkan obat paten Atympanica, Therabloat dan Polaxone dengan dosis 100mg/kg berat badan dapat diberikan pada kambing dan domba. Untuk menaikkan tegangan muka dapat diberikan sediaan silikon seperti Simethicon atau Dimethicon. Alternatif terakhir yang dapat digunakan adalah Throkard untuk mengeluarkan gas dan mengurangi tekanan pada daerah rumen yang menggembung. Untuk mencegah infeksi pada penanganan ini, berikan antibiotik pada ternak.
Sumber : Eko Setiawan


1 komentar: