Welcome to BPP Kedungwaru

Senin, 21 Maret 2016

Teknologi Pasca Panen Pepaya


Carica papaya, L merupakan tanaman serbaguna yang buahnya dimanfaatkan sebagai buah meja bermutu dan bergizi tinggi yang banyak dikonsumsi masyarakat. Dalam 100 g pepaya matang mengandung vitamin A (1.094 – 18.250 SI), vitamin C (62 – 72 mg), kadar serat 1,8 g dan mineral natrium dan kalium.
Selain kandungan gizinya, pepaya memiliki multi manfaat, diantaranya :
•  Akar digunakan sebagai obat penyembuh sakit ginjal dan kandung kemih.
•  Daun digunakan sebagai obat malaria, kejang perut dan sakit panas. Daun yang muda untuk menambah nafsu makan dan menyembuhkan penyakit beri-beri.
•  Batang, buah muda dan daun mengandung getah putih berisi enzim papain yang berguna melunakkan daging dan sebagai bahan baku industri.
•  Buah pepaya dapat dikonsumsi dalam bentuk segar, dan dapat diolah menjadi sari pepaya, dodol, atau bahan baku pembuatan/campuran saus tomat.
•  Buah pepaya mudah mengalami kerusakan dan penurunan kualitas. Faktor penyebabnya, antara lain cara panen yang kurang tepat, penanganan buah dari kebun ke tempat pengemasan dan adanya infeksi buah oleh jamur.
•  Beberapa cara penanganan pascapanen pepaya agar dapat dipertahankan mutu dan diperpanjang daya simpannya antara lain melalui teknik pemanenan, pelilinan, dan pengemasan.

SORTASI
•  Setelah buah dipetik, proses selanjutnya melakukan sortasi yang bertujuan untuk memisahkan pepaya yang mutunya baik dengan yang kurang baik.
•  Sortasi dapat dilakukan langsung di lapangan maupun di rumah pengemasan, secara manual maupun mekanis.

PENGKELASAN/GRADING
•  Pemilahan bertujuan untuk memisahkan pepaya berdasarkan mutu, berat dan ukuran.
•  Pemilahan dilakukan secara visual dan manual, baik di rumah pengemasan atau di kebun berdasarkan warna, bentuk, ukuran dan berat.
•  selama pemilahan diusahakan terhindar dari kontak sinar matahari langsung karena menyebabkan penurunan bobot buah, pelayuan dan peningkatan aktivitas pematangan/respirasi.

PEMBERSIHAN
•  Pembersihan pepaya dapat dilakukan dengan cara dicuci.
•  Pencucian dilakukan dengan cara merendam dalam air bersih dalam waktu yang singkat atau menyemprotkan air ke seluruh permukaan buah. Dapat juga ditambahkan klorin.
•  Kemudian dikering anginkan atau menggunakan kipas angin.

PENGEMASAN
•  Pengemasan buah pepaya umumnya menggunakan kertas/kantong semen, kertas koran polos, net foam maupun plastik pembungkus (wrap) untuk menghindari luka pada buah dan dimasukkan dalam keranjang yang juga dilapisi kantong semen dan sejenisnya.
•  Buah dipak ke dalam kotak karton dengan ujung tangkai menghadap ke bawah

Buah pepaya dapat diperpanjang daya/ketahanan simpannya dengan beberapa perlakuan, yaitu
a. Penundaan Kematangan
•     Pelilinan bertujuan menghambat respirasi sehingga proses pematangan dapat ditunda.
•  Pelapisan dengan lilin lebah (carnauba) atau yang direkomendasikan, caranya dicelup atau disemprot menggunakan emulsi lilin selama 10-30 detik. Setelah itu ditiriskan dengan dikeringanginkan atau menggunakan kipas angin.
b. Pengendalian Suhu
•   Suhu rendah bertujuan memperlambat laju respirasi. Dengan menyimpan buah pepaya pada suhu 12oC, masa simpan dapat mencapai 3 minggu.
•     Penyimpanan di bawah suhu 12oC akan menyebabkan chilling injury.
c. Pengendalian Jumlah Etilen
•     Umumnya digunakan gas perangkap etilen seperti KMnO4.
•     Cara ini dapat mempertahankan daya simpan pepaya 9-12 hari.
•     Cara lain adalah tidak mencampur buah yang sudah matang karena mengeluarkan gas etilen.
d. Kemasan Pengatur Udara
•     Tujuannya mengatur konsentrasi O2 dan CO2 dalam kemasan.
•     Pepaya dimasukkan ke plastik berpori (Low Density Poly Ethylene - LDPE).

PENANGANAN HAMA PENYAKIT PASCAPANEN
•  Hama lalat buah jenis Bactrocera dorsalis. Pengendalian : menggunakan mankozeb atau dengan cara Vapour Heat Treatment/VHT (dicelupkan dalam air bersuhu 45oC selama ± 30 detik) .
•  Penyakit umumnya disebabkan oleh : Colletotrichum gloesporioides (Penz) Sacc, Phomopsis sp., Alternaria alternate, Fusarium sp. dan Botryodiplodia theobromae.
•  Jamur Colletotrichum gloesporioides menyebabkan 2 gejala yaitu antraknosa dan bercak coklat (brown spot). Ciri-cirinya: noda yang diangkat pada permukaan buah, berwarna coklat kemerahan dengan diameter 0,5-0,2 cm. Gejala antraknosa berupa noda di permukaan dan setelah infeksi berlanjut akan terbentuk cacat dengan massa spora berwarna merah jambu pada bagian tengah noda. Pengendalian : dengan penyemprotan mankozeb pada pepaya ketika bunga mekar pertama kali, dilanjutkan dengan pencelupan buah setelah dipanen dalam air yang mengandung benomyl, thiabendazol.

DAFTAR PUSTAKA :
•  Anonim. 2011. Pepaya. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan Teknologi, Sentra Informasi Iptek. Jakarta.
•      Hardiansyah, R. 2011. Standar Kemasan Pepaya di Pasar Modern (Makalah pada Pertemuan Pascapanen Pepaya di Cisarua). PT. Mulia Raya Agrijaya. Jakarta.
•   Kelik. 2011. Penanganan Panen dan Pascapanen Pepaya Boyolali (MJ.9) (Makalah pada Pertemuan Pascapanen Pepaya di Cisarua). Poktan Ngudi Laras Kecamatan Mojosongo. Boyolali.
•       Suhartanto, M.R. 2011. Penanganan Buah yang Baik (Makalah pada Pertemuan Pascapanen Pepaya di Cisarua). PKBT-IPB. Bogor.
•    Widayanti, S.M. 2011. Teknologi Penanganan Pascapanen Buah Pepaya (Makalah pada Pertemuan Pascapanen Pepaya di Cisarua). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. Bogor. 

1 komentar:

  1. Mohon infonya kalau mau beli net foam dimana ya, no hp saya 085235721313. Trimakasih sebelumnya.

    BalasHapus