Welcome to BPP Kedungwaru

Tampilkan postingan dengan label Wiwik Dwiningsih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wiwik Dwiningsih. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 November 2016

" Pembuatan Kompos dengan Keranjang Takakura "


Sampah yang kita hasilkan ternyata masih bisa dimanfaatkan. Salah satunya adalah dengan membuat kompos dari sampah basah. Keranjang takakura adalah salah satu alat pembuat kompos dari sampah rumah tangga. Keranjang takakura berukuran kecil sehingga bisa diletakkan dimana saja. Selain itu penggunaannya juga sangat mudah. Jenis sampah yang bisa dijadikan kompos adalah sampah sisa makanan, lauk dan sayuran, kulit buah dan sampah lain yang mudah membusuk.

Senin, 14 November 2016

Menanam Cabe Merah di Lahan Kering


Latar Belakang
Cabe atau lombok (Capsicum annum) termasuk suku Selanaceae dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Tanaman cabe banyak mengandung vitamin A dan C serta mengandung minyak atsiri, yang rasanya pedas dan memberikan kehangatan panas bila kita gunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur). Kita sering melihat para ibu rumah tangga yang menanam cabe sebagai selingan yang menguntungkan. Hasil buahnya bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, tanpa harus membelinya di pasar.

Jumat, 09 September 2016

Tugas Pokok dan Fungsi Penyuluh Pertanian



Tugas Pokok dan Fungsi Penyuluh Pertanian

Posting By : Wiwik Dwiningsih.

Tugas pokok penyuluh pertanian adalah menyuluh, selanjutnya dalam menyuluh dapat dibagi menjadi menyiapkan, melaksanakan, mengembangkan, mengevaluasi dan melaporkan kegiatan penyuluhan.
Dalam Permen PAN No. 2/2008 menyebutkan bidang dan unsur kegiatan penyuluh pertanian terdiri atas :
A. Mengikuti pendidikan, meliputi :
  1. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar
  2. Pendidikan dan pelatihan kedinasan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat
  3. Pendidikan dan Pelatihan prajabatan
B. Kegiatan persiapan penyuluhan pertanian, meliputi :
  1. Identifikasi potensi wilayah
  2. Memandu penyusunan rencana usaha petani (RUK, RKK, RKD, RPKD/PPP)
  3. Penyusunan programa penyuluhan pertanian (tim)
  4. Penyusunan rencana kerja tahunan penyuluh pertanian
C. Pelaksanaan penyuluhan pertanian, meliputi :
  1. Penyusunan materi
  2. Perencanaan penerapan metode penyuluhan pertanian
  3. Menumbuh/mengembangkan kelembagaan petani
D. Evaluasi dan Pelaporan, meliputi :
  1. Evaluasi pelaksanaan penyuluhan pertanian
  2. Evaluasi dampak pelaksanaan penyuluhan pertanian
E. Pengembangan penyuluhan pertanian, meliputi :
  1. Penyusunan pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis penyuluhan pertanian
  2. Kajian kebijakan pengembangan penyuluhan pertanian
  3. Pengembangan metode/sistem kerja penyuluhan pertanian
F. Pengembangan profesi, meliputi :
  1. Pembuatan karya tulis ilmiah dibidang penyuluhan pertanian
  2. Penerjemahan/penyaduran buku-buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan pertanian
  3. Pemberian konsultasi dibidang pertanian yang bersifat konsep kepada institusi dan/atau perorangan
G. Penunjang penyuluhan pertanian, meliputi :
  1. Peran serta dalam seminar/lokakarya/konferensi
  2. Keanggotaan dalam tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian
  3. Keanggotaan dalam dewan redaksi penerbitan dibidang pertanian
  4. Perolehan penghargaan/tanda jasa
  5. Pengajaran/pelatihan pada pendidikan dan pelatihan
  6. Keanggotaan dalam organisasi profesi
  7. Perolehan gelar kesarjanaan lainnya
Kegiatan Penyuluhan Pertanian
Rincian kegiatan penyuluh pertanian terampil sesuai dengan jenjang jabatan, sebagai berikut :
A. Penyuluh Pertanian Pelaksana Pemula :
  1. Memandu penyusunan Rencana Defenitif Kelompok (RDK) dan Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)
  2. Menyusun programa penyuluhan pertanian sebagai anggota
  3. Menyusun Rencana kerja tahunan penyuluh pertanian
  4. Menyusun materi penyuluhan pertanian dalam bentuk kartu kilat
  5. Menyusun materi penyuluhan pertanian dalam bentuk transparansi/bahan tayangan
  6. Menyusun materi penyuluhan pertanian dalam bentuk flipchart/peta singkap
  7. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana pada petani perorangan
  8. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana pada kelompoktani
  9. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana pada petani secara massal
  10. Memandu pelaksanaan demonstrasi usahatani dengan cara demonstrasi plot
  11. Menjadi pramuwicara dalam perencanaan dan pelaksanaan pameran
B. Penyuluh Pertanian Pelaksana, yaitu :
  1. Mengumpulkan data tingkat desa dan kecamatan
  2. Memandu penyusunan Rencana Kegiatan Desa (RKD) dan Rencana Kegiatan Penyuluhan Desa (RKPD)/Programa Penyuluhan Desa
  3. Menyusun Programa penyuluhan pertanian sebagai anggota
  4. Menyusun Rencana kerja tahunan penyuluh pertanian
  5. Melakukan kunjungan tatapmuka/anjangsana pada petani perorangan
  6. Melakukan kunjungan tatapmuka/anjangsana pada kelompoktani
  7. Melakukan kunjungan tatapmuka/anjangsana pada petani secara massal
  8. Melaksanakan demonstrasi cara
  9. Merencanakan demonstrasi usahatani melalui demonstrasi plot
  10. Memandu pelaksanaan demonstrasi usahatani melalui demonstrasi farm
  11. Memandu pelaksanaan sekolah lapang
  12. Menjadi Pramuwicara dalam perencanaan dan pelaksanaan pameran
  13. Mengajar kursus tani
  14. Menumbuhkan kelompoktani
  15. Mengembangkan kelompoktani Pemula ke Lanjut
C. Penyuluh Pertanian Pelaksana Lanjutan:
  1. Menyusun instrument identifikasi potensi wilayah tingkat desa, kecamatan dan kabupaten
  2. Menyusun programa penyuluhan pertanian sebagai anggota
  3. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh pertanian
  4. Menyusun materi penyuluhan pertanian dalam bentuk seri foto
  5. Menyusun materi penyuluhan pertanian dalam bentuk poster
  6. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana pada petani perorangan
  7. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana pada kelompoktani
  8. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana pada petani secara massal
  9. Melaksanakan uji coba/pengkajian/pengujian paket teknologi/metode penyuluhan pertanian
  10. Merencanakan demonstrasi usahatani melalui demonstrasi farm
  11. Memandu pelaksanaan demonstrasi usahatani melalui demonstrasi area
  12. Melaksanakan temu lapang/temu tugas/temu teknis/temu karya
  13. Merencanakan forum penyuluhan pedesaan, magang, widyawisata, karyawisata/widyakarya
  14. Melaksanakan forum penyuluhan pertanian pedesaan, magang, widyawisata, karyawisata/widyakarya
  15. Menjadi pramuwicara dalam perencanaan dan pelaksanaan pameran
  16. Mengajar kursustani
  17. Menumbuhkan gabungan kelompoktani
  18. Mengembangkan kelompoktani dari Lanjut ke Madya
  19. Mengumpulkan dan mengolah data evaluasi pelaksanaan penyuluhan pertanian tingkat kecamatan
D. Penyuluh Pertanian Penyelia, yaitu :
  1. Menyusun programa penyuluhan pertanian di tingkat desa dan kecamatan sebagai ketua
  2. Meyusun programa penyuluhan pertanian sebagai anggota
  3. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh pertanian;
  4. Menyusun materi dalam bentuk leaflet/liptan/selebaran/folder
  5. Menyusun pedoman/juklak penilaian prestasi petani/kelompoktani di tingkat kabupaten
  6. Melakukan kunjungan tatapmuka/anjangsana pada petani perorangan;
  7. Melakukan kunjungan tatapmuka/anjnagsana pada kelompoktani;
  8. Melakukan kunjungan tatapmuka/anjangsana pada petani secara massal;
  9. Merencanakan demonstrasi usahatani melalui demonstrasi area;
  10. Merencanakan sekolah lapang;
  11. Merencankaan temu lapang/temu tugas/temu teknis/temu karya;
  12. Menjadi pramuwicara dalam perencanaan dan pelaksanaan pameran;
  13. Mengajar kursus tani;
  14. Melakukan penilaian prestani petani/kelompoktani di tingkat kabupaten;
  15. Melakukan penilaian perlombaan komoditas pertanian;
  16. Menyusun rencana kegiatan evaluasi pelaksanaan penyuluhan pertanian di tingkat kabupaten;
  17. Mengumpulkan dan mengolah data pelaksanaan penyuluhan pertanian di tingkat kabupaten;
  18. Mengumpulkan dan mengolah data pelaksanaan di tingkap provinsi;
  19. Menganalisis dan merumuskan hasil evaluais pelaksanaan peyuluhan pertanian di tingkat kecamatan;
  20. Mengumpulkan dan mengolah data evaluasi dampak pelaksanaan penyuluhan pertanian di tingkat kecamatan
Fungsi Penyuluh Pertanian
Peranan penyuluh selain tugas pokoknya melaksanakan penyuluhan. Mengapa demikian, karena dalam melaksanakan tugas pokoknya (menyuluh) tidak akan berhasil dengan baik bila penyuluh tidak mampu memerankan peran-peran tambahan/lainnya yang akan diuraikan ini.
Banyak ahli menjelaskan peran-peran tambahan/lainnya penyuluh ini (selain menyuluh/memberikan inovasi), yang apabila dirangkum antara lain menyebutkan :
  1. Penyuluh sebagai inisiator, yang senantiasa selalu memberikan gagasan/ide-ide baru.
  2. Penyuluh sebagai fasilitator, yang senantiasa memberikan jalan keluar/ kemudahan-kemudahan, baik dalam menyuluh/proses belajar mengajar, maupun fasilitas dalam memajukan usahataninya. Dalam hal menyuluh penyuluh memfasilitasi dalam hal : kemitraan usaha, berakses ke pasar, permodalan dan sebagainya.
  3. Penyuluh sebagai motivator, penyuluh senantiasa membuat petani tahu, mau dan mampu.
  4. Penyuluh sebagai penghubung
  5. Penyuluh sebagai guru, pembimbing petani, yang senantiasa mengajar, melatih petani sebagai orang dewasa.
  6. Penyuluh sebagai organisator dan dinamisator, yang selalu menumbuhkan dan mengembangkan kelompok tani agar mampu berfungsi sebagai kelas belajar-mengajar, wahana kerjasama dan sebagai unit produksi.
  7. Penyuluh sebagai penganalisa, penyuluh dituntut untuk mampu menganalisa masalah, sebab yang ada di usahatani dan di keluarga tani mampu menganalisa kebutuhan petani yang selanjutnya merupakan masukan dalam membuat programa penyuluhan pertanian.
  8. Penyuluh sebagai agen perubahan, penyuluh senantiasa harus dapat mempengaruhi sasarannya agar dapat merubah dirinya ke arah kemajuan. Dalam hal ini penyuluh berperan sebagai katalis, pembantu memecahkan masalah (solution gives), pembantu proses (process helper), dan sebagai sumber penghubung (resources linker).
  9. Penyuluh sebagai penasehat/advisor
  10. Penyuluh sebagai teknisi
  11. Penyuluh sebagai organisator
  12. Penyuluh sebagai agen

Sumber: Template by Clairvo

Rabu, 29 Juni 2016

Penyuluh Pertanian sebagai Jabatan Profesi

Penyuluh Pertanian sebagai Jabatan Profesi

Oleh : Wiwik Dwiningsih, SP


     Secara umum dalam kehidupan sehari-hari seseorang yang bekerja dengan terampil atau cakap dalam kerjanya disebut profesi, meskipun keterampilan atau kecakapannya sekedar  hasil dari minat  dan belajar  dari kebiasaan.  Penyuluh Pertanian yang profesi adalah penyuluh yang tahu secara mendalam tentang apa (substansi materi) yang disuluhkan/disampaikan, cakap dalam cara menyuluhnya (metodologis) sehingga efektif, efisien dan berkepribadian yang baik.

Minggu, 29 Mei 2016

MEMBANGUN CITRA BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP)



MEMBANGUN CITRA BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP)
 Posting by : Wiwik Dwiningsih, SP
 
            Balai Penyuluhan Pertanian Pertanian ( BPP) di Kecamatan dalam usianya dan perjalananya yang sudah dikenal luas oleh petani dan masyarakat pertanian lainnya seharusnya sudah memiliki nilai lebih dan kekuatan kohesif yang lebih mapan, karena lembaga penyuluhan tersebut tumbuh dari bawah bersama-sama dengan petani dan kelembagaanya selama bertahun-tahun dengan membangun budaya kerja yang bertahun-tahun pula. Namun sangat disayangkan budaya kerja yang sudah terbangun ini kurang disemangati dengan gendang

Jumat, 27 Mei 2016

Peletihan LKM-A Bagi Gapoktan Penerima PUAP BPP Kedungwaru

Baru – baru ini tepatnya tanggal 21 Mei  2016  di BPP Kedungwaru telah diadakan pelatihan bagi pengurus Gapoktan penerima PUAP dan personil LKM –A se wilayah BPP Kedungwaru. Peserta dari masing-masing desa sebanyak 3 orang terdiri dari 2 orang pengurus Gapoktan dan 1 orang personil LKM-A. Jumlah peserta sebanyak 30 orang ditambah 3 orang dari peserta luar BPP yaitu dari BPP Rejotangan sebagai peserta tamu.

Senin, 23 Mei 2016

PERTEMUAN RUTINAN GAPOKTAN SE WILAYAH BPP KEDUNGWARU



PERTEMUAN RUTINAN GAPOKTAN SE WILAYAH BPP KEDUNGWARU


Dengan diikuti sebanyak 30 peserta pengurus Gapoktan  ( Gabungan Kelompok Tani ) serta LKM ( Lembaga Keuangan Mikro ) se kecamatan Kedungwaru pada Hari Rabu, 22-Mei-2013 yang bertempat diPendopo Kelurahan Ds Bangoan pertemuan rutin kali ini tidak hanya sekedar Pelaporan Neraca keuangan Gapoktan di desa masing-masing. Akan tetapi banyak inforamasi yang didapat.

Selasa, 17 Mei 2016

MENGEMBANGKAN USAHA ANGGOTA KELOMPOK



MENGEMBANGKAN USAHA ANGGOTA KELOMPOK
Posting By: Wiwik DwiNingsih SP

Adalah satu tujuan terpenting para petani membentuk kelompok adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan usahataninya. Meningkatkan dan mengembangkan usahatani anggota kelompok bermakna bahwa anggota kelompok mampu memperoleh hasil yang lebih tinggi dari usahataninya. Bisa juga bermakna bahwa anggota kelompok mampu memperbesar skala ekonomi usahataninya.
Dalam banyak kasus di lapangan, tujuan anggota berkelompok untuk meningkatkan dan mengembangkan usahataninya sering luput dari perhatian pendampingan, karena pendampingan sering kali terfokus pada kelompok.

        Padahal kalau kita merujuk pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 82 Tahun 2013 tentang Pembinaan Kelompoktani dan Gabungan Kelompoktani diterangkan dalam pengertian bahwa Kelompoktani atau Poktan adalah "kumpulan petani/peternak/pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan; kesamaan kondisi lingkungan sosial, ekonomi, dan sumberdaya; kesamaan komoditas; dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota".

Rabu, 11 Mei 2016

CARA MEMBUAT JAMU TERNAK



CARA MEMBUAT JAMU TERNAK
Oleh : Wiwik Dwiningsih, SP

1.     Bahan-bahan Utama yang disediakan.
a.     EM-4   1 Liter
b.     Tetes Tebu  1 liter
c.      Alkohol  1 liter
d.     Air Sumur 20 Liter
2.     Bahan-bahan tambahan.
-         Jehe,Kencur,Kunyit, Sere,Kemangi, Temu lawak, Kunci, Bawang putih, Bengkoang,Belimbing wuluh dan cabe jamu serta Terong ireng masing- masing bahan adalah 250 gram atau ¼ kg.
3.     Peralatan yang diperlukan.
Blender, Ember, Baskom, dan botol.

Selasa, 12 April 2016

Budidaya Ketela Pohon Gajah


Budidaya Singkong Gajah

Posting By :  Wiwik Dwiningsih SP.

"SINGKONG GAJAH" merupakan VARIETAS "ASLI" KALIMANTAN TIMUR YANG DITEMUKAN OLEH PROF. DR. RISTONO, MS.
Dari berbagai sampel cabutan Singkong Gajah dengan umur antara 4 - 9 bulan memiliki rasa yang enak dan gurih dengan tekstur empuk bahkan ada nuansa rasa ketan. Berbagai jenis olahan Singkong basah menjadi makanan diperoleh kualitas yang bagus antara lain berupa Keripik, Gethuk, Tape dan Bahan sayur pengganti kentang, dan lainnya yang memiliki potensi Ekonomi yang cukup tinggi.
 
Umbi umur 9 - 12 bulan mempunyai kadar pati yang tinggi sehingga berpotensial sebagai bahan Chip Gaplek, Tepung Tapioka, Tepung Mocal (Pengganti Gandum) dan Bioethanol. Dengan demikian Singkong Gajah akan memiliki potensi strategis secara Nasional sebagai Bahan Pangan dan Bahan Bakar Nabati (Energi).
Secara fisik Singkong Gajah memiliki sistem perakaran yang kuat sehingga memungkinkan bisa menyerap (menahan) air dan sangat berguna bagi keperluan irigasi dan pengendalian banjir. Sedangkan pertumbuhan batang, cabang dan daun mencapai tinggi 5 meter. Tumbuhan ini mempunyai potensi tinggi dalam penyerapan CO2, dengan demikian keberadaan Singkong Gajah besar peranannya bagi pengendalian ekosistem.

Rabu, 06 April 2016

Pengaruh Pupuk Kandang Terhadap Produksi Sayuran


Tanaman sayuran , umumnya mempunyai sistim perakaran yang dangkal dan tersebar di lapisan paling atas  ( Top Soil ).Sehingga untuk memperoleh pertumbuhan dan produktivitas yang maksimal diperlukan tanah yang gembur dan banyak mengandung humus.
Pupuk  an organik diperlukan untuk merangsang pertumbuhan tanaman, baik pertumbuhan vegetatif maupun pertumbuhan generatif . Sedangkan pupuk organik diperlukan untuk menjaga struktur tanah agar tetap gembur dan mengurangi adanya pencucian hara dalam tanah .

Senin, 04 April 2016

PEMBUATAN KECAP INSTAN TANPA BAHAN PENGAWET


PEMBUATAN KECAP INSTAN TANPA BAHAN PENGAWET
Posting By :  Wiwik Dwiningsih, SP


            Kecap sudah banyak di gunakan di kalangan rumah tangga, sebagai bumbu pada saat membuat masakan, ataupun sebagai penambah rasa pada saat menyajikan masakan, ataupun ditambahkan pada saat makan. Berbagai merek dari perusahaan kecap telah beredar di pasaran, dengan berbagai rasa dan harga telah memenuhi pasaran. Kecap salah satu jenis aneka olahan pertanian yang sebenarnya dapat di buat oleh kalangan rumah tangga dengan berbagai cara dan tehnologi baik menggunakan fermentasi, dengan waktu yang lama maupun instan.
Pembuatan kecap manis instan tanpa bahan pengawet (sebagai pengawet adalah gula dan rempah), bisa tahan 3-12 bulan. Bahan :Kecap manis 1 resep bahan 10 Kg Gula (bisa gula tebu semua atau gula kelapa semua/ kombinasi :1. Gula Kelapa 7 kg2. Gula Tebu 3 kg3. Bawang Putih ¼ kg4. Kedele hitam ¼ kg5. Laos ¼ kg6. Garam ¼ kg7. Sere 2 ons8. Jahe 1 0ns9. Tumbar 1 ons10. Daun salam 20 lembar11. Micin Rp. 250,- (bisa tidak memakai)12. Air 3 gelas Alat :1. Panci stenlis / blirik / email untuk merebus2.